Penjelasan Logis di Balik Kokohnya Bangunan Sejarah

Penjelasan Logis di Balik Kokohnya Bangunan Sejarah

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki banyak sejarah. Salah satu sejarah yang tak mungkin terlupakan yaitu penjajahan yang dilakukan oleh Belanda selama lebih dari 3,5 abad. Lamanya waktu penjajahan tersebut membuat Indonesia memiliki bangunan – bangunan kuno bersejarah yang ditinggalkan oleh Belanda. Anehnya, meskipun sudah berumur ratusan tahun, bangunan kuno tersebut masih ada hingga sekarang.

Rahasia Dibalik Kokohnya Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda

Bangunan – bangunan yang baru dibuat di era modern sering kali dipertanyakan kualitasnya dan dibanding-bandingkan dengan bangunan peninggalan Belanda. Bagaimana bisa bangunan yang telah dibentuk pada ratusan tahun yang lalu masih bisa berdiri tegak dan kokoh hingga saat ini. Tetapi memang begitulah kenyataannya. Salah satu bukti nyata yang tidak bisa dipungkiri bahwa bangunan sejarah adalah gedung – gedung yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Gedung tersebut dulunya digunakan sebagai pusat pemerintahan di masa penjajahan Belanda.

Banyak orang yang mempertanyakan soal misteri ini, ada yang beranggapan bahwa Belanda sangat memperhatikan kualitas dan mengandalkan batu marmer sebagai bahan bangunan utamanya, ada juga yang menilai bahwa Belanda mempunyai teknik konstruksi tersendiri yang sangat canggih di masa itu. Berikut adalah ulasan dan penjelasan di balik rahasia kokohnya bangunan sejarah tersebut:

Menggunakan Barang Impor Berkualitas Tinggi

Para arsitek yang merencanakan pembangunan gedung – gedung di jaman penjajaham Belanda sering kali memanfaatkan material impor yang sengaja didatangkan dari luar negeri. Prinsip seperti memang agak berbeda dengan pembangunan di Indonesia yang lebih cenderung mengutamakan biaya atau anggaran. Jangankan untuk menggunakan marmer impor, memberlinya dari produsen dalam negeri saja mungkin akan berpikir beberapa kali karena harga marmer saat ini lebih mahal bila dibandingkan dengan jenis material lain yang serupa seperti keramik. Karena prinsip Belanda yang mengutamakan kualitas pada setiap material yang digunakan, maka jelas saja bangunan yang dihasilkan menjadi kokoh. Misalnya seperti bagunan Pasar Johar Semarang yang dibangun pada tahun 1933. Bangunan bersejarah ini telah mengalami kebakaran dan dilalap api, hebatnya bangunan pasar ini tetap awet sampai sekarang.

Menggunakan Kualitas Batu Marmer Terbaik

Batu Marmer Terbaik

Marmer yang kini lebih sering digunakan sebagai pelapis permukaan struktur lantai ataupun dekorasi ruangan memang memiliki kesan yang jadul alias kuno. Karena memang sebenarnya jenis batuan ini adalah salah satu peninggalan Belanda yang pada umumnya terdapat pada bangunan – bangunan bersejarah. Kalau saat ini marmer lebih sering ditemui sebagai hiasan, di jaman penjajahan belanda digunakan sebagai bagian dari material bangunan untuk membangun pilar – pilar besar penyangga, pijakan tangga, hingga lapisan untuk pintu.

Baca ini: 4 Item Dekorasi Ruang Kerja Ini Akan Membuat Hasil Pekerjaan Anda Maksimal

Selain itu, marmer juga biasa dijadikan sebagai bahan campuran beton. Maka, tak heran jika bangunan – bangunan sejarah peninggalan belandan memang sangat kokoh dan kuat. Sebelum menggunakan marmer sebagai bahan campuran, mereka juga memasktikan terlebih dahulu bahwa marmer yang dipakai benar – benar bersih, yaitu dengan mencucinya. Orang – orang Belanda meyakini bahwa noda yang menempel pada batu marmer akan mempengaruhi kualitas beton yang akan dihasilkan nantinya.

Menciptakan Bangunan Untuk Ditempati Selamanya

Salah satu rahasia di balik kokohnya bangunan sejarah tentunya berkaitan dengan pemiliknya. Pada masa penjajahan Belanda, para pemilik bangunan selalu bertujuan untuk bisa menempati bangunan tersebut selamanya. Oleh karena itu, mereka melakukan perencanaan yang sangat detail supaya bangunan yang dihasilkan benar – benar kuat dan bisa dijadikan sebagai tempat tinggal untuk selamanya. Dalam menciptakan bangunan, orang – orang Belanda tidak pernah mempedulikan berapa besar biaya yang akan mereka tanggung, yang menjadi pertimbangan mereka hanyalah bagaimana mereka bisa mendapatkan bahan bangunan berkualitas serta arsitek yang handal untuk menciptakan bangunan yang dapat dihuni selama mereka hidup.